Kemah Ukhuwah IX SMPIT Ulul Albab Purworejo: Menumbuhkan Ukhuwah, Kemandirian, dan Jiwa Kepemimpinan

Purworejo, 28 s.d 30 September 2026 — SMPIT Ulul Albab Purworejo kembali menyelenggarakan kegiatan Kemah Ukhuwah IX sebagai salah satu agenda pembinaan karakter, kepanduan, keislaman, serta penguatan jiwa kepemimpinan peserta didik. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 28 s.d 30 September 2026, tersebut dilaksanakan di Buper Heroes Park Purworejo dan diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias.

Kemah Ukhuwah IX dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan perkemahan, tetapi menjadi sarana pendidikan di luar kelas yang memadukan unsur ukhuwah Islamiyah, kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, keterampilan kepanduan, kerja sama, serta pembiasaan ibadah. Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur, para peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola kehidupan selama berada di alam terbuka sekaligus belajar menerapkan nilai-nilai yang selama ini diperoleh dalam proses pembelajaran di sekolah dan asrama.

Kegiatan diawali pada Senin pagi dengan persiapan peserta di lingkungan kampus SMPIT Ulul Albab Purworejo. Para peserta melakukan pengecekan perlengkapan sebelum diberangkatkan menuju lokasi perkemahan. Sesampainya di Buper Heroes Park, peserta mendapatkan pembagian kapling tenda yang dilanjutkan dengan pendirian tenda dan bina suasana. Pada tahap ini, peserta belajar bekerja sama dalam regu, membagi tugas, mengatur perlengkapan, serta memastikan kebutuhan kelompok dapat dipersiapkan dengan baik.

Setelah persiapan perkemahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Upacara tersebut menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian Kemah Ukhuwah IX. Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib menggunakan seragam kepanduan. Momentum pembukaan juga menjadi pengingat bahwa selama mengikuti kegiatan, setiap peserta memiliki tanggung jawab untuk menjaga kedisiplinan, ketertiban, kebersihan, keamanan, serta nama baik sekolah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi manajemen waktu berkemah. Materi ini memberikan pembekalan kepada peserta mengenai bagaimana mengatur waktu secara efektif selama mengikuti kegiatan perkemahan. Peserta diarahkan untuk mampu menyeimbangkan aktivitas kepanduan, ibadah, istirahat, makan, kebersihan, dan kegiatan kelompok secara disiplin.

Nilai-nilai keislaman menjadi bagian penting dalam Kemah Ukhuwah IX. Setiap rangkaian kegiatan tetap diselaraskan dengan pembiasaan ibadah. Peserta melaksanakan salat berjamaah, amalan harian, tilawah Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya. Bahkan pada malam hari, peserta mendapatkan pembiasaan salat tahajud dan Asro Biummati Lailan, sehingga kegiatan perkemahan tidak hanya membentuk keterampilan fisik dan sosial, tetapi juga memperkuat kedekatan peserta dengan Allah SWT.

Pada Senin sore, peserta mengikuti kegiatan Pramuka SIT dan materi P3K. Kegiatan tersebut memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar yang penting dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadapi kondisi tertentu di alam terbuka. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui praktik dan kerja sama antarrekan dalam regu.

Malam harinya, peserta mendapatkan taujih mengenai sejarah penaklukan Konstantinopel. Materi tersebut menjadi bagian dari pembentukan wawasan sejarah sekaligus penguatan nilai kepemimpinan dan perjuangan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan nonton bersama film bertema Sultan Muhammad Al-Fatih. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak mengenal sosok pemimpin yang memiliki visi, keberanian, kedisiplinan, strategi, dan semangat perjuangan.

Memasuki Selasa, 29 September 2026, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan salat tahajud dan Asro Biummati Lailan. Setelah salat Subuh, amalan harian, dan tilawah Al-Qur’an, peserta melanjutkan kegiatan pagi dengan olahraga, sarapan, serta persiapan kegiatan penjelajahan.

Salah satu kegiatan utama pada hari kedua adalah Penjelajahan Alam dan Outbound. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat keterampilan pasukan dengan berbagai tantangan yang membutuhkan kerja sama, ketangkasan, keberanian, strategi, dan kemampuan memecahkan masalah. Peserta mengikuti kegiatan dalam regu sehingga setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersama-sama.

Setelah kegiatan penjelajahan, peserta mengikuti berbagai perlombaan yang mengasah kreativitas dan keterampilan kepanduan. Salah satunya adalah lomba pembuatan persenjataan dan perlengkapan pertempuran dengan memanfaatkan perlengkapan yang telah ditentukan. Peserta juga mengikuti lomba memasak dalam regu. Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran agar peserta mampu bekerja secara terencana, membagi tugas, menggunakan sumber daya yang tersedia, serta menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama.

Pada sore hari, peserta kembali mengikuti kegiatan ibadah dan dilanjutkan dengan penyelesaian berbagai perlombaan. Suasana perkemahan semakin meriah ketika peserta mengikuti kegiatan berburu, memasak hasil perburuan, serta mempersiapkan upacara api unggun, alih golongan, dan pentas seni.

Malam harinya menjadi salah satu momentum yang dinantikan peserta. Upacara api unggun, alih golongan, serta pentas seni menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas, keberanian, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama. Setiap regu diberikan kesempatan untuk menampilkan yel-yel dan kreativitas terbaiknya. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sekaligus mempererat ukhuwah antarpeserta.

Hari ketiga, Rabu, 30 September 2026, menjadi puncak rangkaian kegiatan Kemah Ukhuwah IX. Peserta mengawali pagi dengan salat tahajud, salat Subuh, amalan, tilawah, serta persiapan kegiatan utama. Selanjutnya, peserta mengikuti kegiatan Penyerangan dan Penaklukan Benteng Konstantinopel yang dikemas dalam bentuk simulasi kepanduan dan permainan strategi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibagi dalam peran tertentu dan menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan kekompakan, strategi, keberanian, serta ketahanan fisik. Berbagai keterampilan yang telah dipelajari selama kegiatan sebelumnya diaplikasikan dalam simulasi tersebut. Peserta diajak memahami bahwa keberhasilan sebuah tim tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada komunikasi, kepemimpinan, disiplin, dan kesediaan untuk saling mendukung.

Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai, peserta melaksanakan Operasi Semut, yaitu kegiatan membersihkan area perkemahan dan memastikan lingkungan kembali dalam kondisi bersih dan tertata. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pendidikan karakter dalam hal kepedulian terhadap lingkungan. Peserta diajarkan bahwa meninggalkan tempat kegiatan dalam keadaan bersih merupakan bagian dari tanggung jawab dan adab seorang muslim.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sarapan, pengepakan barang pribadi, serta persiapan upacara penutupan. Pada kegiatan penutupan, peserta mengikuti upacara dengan tertib dan dilanjutkan dengan pembagian hadiah serta foto bersama. Momentum tersebut menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan sekaligus apresiasi atas semangat, kerja sama, kreativitas, dan kedisiplinan para peserta selama mengikuti Kemah Ukhuwah IX.

Setelah upacara penutupan, peserta bersama panitia melakukan pembongkaran tenda dan pengecekan seluruh perlengkapan. Setiap regu memastikan tidak ada barang yang tertinggal serta seluruh perlengkapan dikembalikan ke tempat semula. Setelah seluruh proses selesai, peserta bersiap untuk kembali ke kampus SMPIT Ulul Albab Purworejo.

Kemah Ukhuwah IX bukan sekadar kegiatan perkemahan selama tiga hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi peserta didik. Berbagai aktivitas yang dilaksanakan memberikan ruang kepada peserta untuk belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, memimpin, mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, serta menjaga ukhuwah.

Melalui kegiatan di alam terbuka, peserta juga belajar bahwa setiap tantangan membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, asrama, keluarga, maupun di tengah masyarakat.

Pelaksanaan Kemah Ukhuwah IX sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar SMPIT Ulul Albab Purworejo dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter islami, jiwa kepemimpinan, kemandirian, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama.

Dengan berakhirnya Kemah Ukhuwah IX, diharapkan seluruh pengalaman yang diperoleh peserta selama tiga hari dapat menjadi bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Kemah boleh berakhir, tetapi semangat ukhuwah, kemandirian, kepemimpinan, dan perjuangan hendaknya terus tumbuh dalam diri setiap peserta didik SMPIT Ulul Albab Purworejo.