Semarak Prestasi Qur’ani SMPIT Ulul Albab Purworejo di MTQ Kecamatan Butuh

Lima Siswa Raih Prestasi pada Cabang Tilawah, Tartil, dan Tahfidz

Pada tanggal 22 September 2026, kabar membanggakan kembali datang dari keluarga besar SMPIT Ulul Albab Purworejo. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Butuh Tahun 2026, siswa-siswi SMPIT Ulul Albab Purworejo berhasil menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan meraih prestasi pada sejumlah cabang perlombaan.

Ajang MTQ tersebut menjadi momentum penting bagi para peserta didik untuk mengembangkan potensi sekaligus menunjukkan hasil dari proses pembinaan Al-Qur’an yang selama ini dilakukan di lingkungan sekolah. Tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, para peserta juga dituntut untuk tampil percaya diri, memiliki ketepatan bacaan, serta mampu menyajikan kemampuan terbaik di hadapan para dewan juri.

Keberhasilan ini semakin menegaskan bahwa pendidikan di SMPIT Ulul Albab Purworejo tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan potensi keagamaan dan karakter peserta didik.

 

Torehan Prestasi di Berbagai Cabang

Pada cabang Tilawah, siswa SMPIT Ulul Albab Purworejo, Muhammad Nizam Alfiandra, berhasil meraih Juara 1. Pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang membanggakan karena cabang tilawah menuntut peserta memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang tepat, kefasihan, irama, suara, serta penghayatan yang baik.

Sementara itu, pada cabang Tartil Putra, Abdurrahman Uwais Alkenouno berhasil memperoleh Juara 3. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam mempelajari bacaan Al-Qur’an secara tartil, dengan memperhatikan ketepatan makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca.

Dari cabang Tartil Putri, prestasi membanggakan kembali diraih oleh Aisyah Wardatussolihah yang berhasil meraih Juara 2. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa semangat untuk mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an tumbuh secara positif di kalangan peserta didik SMPIT Ulul Albab Purworejo.

Prestasi berikutnya hadir dari cabang Tilawah + Tahfidz Juz 30 Putra. Permata Jagad Satria berhasil meraih Juara 1. Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang istimewa karena peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tilawah, tetapi juga harus memiliki hafalan Juz 30 yang baik dan lancar.

Sementara itu, pada cabang Tilawah + Tahfidz Juz 30 Putri, Khalisa Farah Azzahra berhasil meraih Juara 1. Pencapaian tersebut sekaligus melengkapi rangkaian prestasi SMPIT Ulul Albab Purworejo dalam ajang MTQ Kecamatan Butuh Tahun 2026.

 

Bukan Sekadar Piala dan Penghargaan

Di balik setiap prestasi yang diraih, terdapat proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, dan kesungguhan. Persiapan mengikuti perlombaan bukan hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan yang terus dilakukan.

Latihan membaca Al-Qur’an, memperbaiki tajwid, menjaga kelancaran hafalan, melatih irama tilawah, hingga membangun keberanian tampil di hadapan orang lain menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Oleh karena itu, capaian para siswa dalam MTQ Kecamatan Butuh Tahun 2026 tidak semata-mata dipandang sebagai keberhasilan dalam sebuah perlombaan. Lebih jauh, prestasi tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, memiliki kecintaan terhadap ilmu agama, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar SMPIT Ulul Albab Purworejo dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, dan nilai-nilai keislaman. Prestasi di bidang Al-Qur’an menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan ruang bagi siswa untuk tumbuh sesuai dengan potensi masing-masing.

 

Dukungan Guru dan Orang Tua

Keberhasilan para siswa tentunya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Guru dan pembina memiliki peran dalam memberikan arahan, mendampingi proses latihan, serta membantu siswa mempersiapkan diri secara optimal.

Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam perjalanan para peserta. Motivasi, perhatian, dan pendampingan dari keluarga memberikan energi positif bagi siswa untuk menjalani proses latihan dengan penuh semangat. Kolaborasi antara sekolah, guru, pembina, dan orang tua menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya prestasi sekaligus karakter peserta didik.

Bagi para siswa, pengalaman mengikuti MTQ juga menjadi pembelajaran berharga. Mereka belajar bahwa keberhasilan tidak selalu hadir secara instan. Diperlukan latihan yang berulang, kesabaran ketika menghadapi kesulitan, keberanian untuk tampil, serta sikap rendah hati ketika memperoleh penghargaan.

 

Menumbuhkan Generasi Qur’ani

Prestasi lima siswa SMPIT Ulul Albab Purworejo dalam MTQ Kecamatan Butuh Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik lainnya. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berprestasi apabila mendapatkan pembinaan, kesempatan, dan dukungan yang tepat.

Lebih dari itu, kegiatan MTQ diharapkan mampu menumbuhkan budaya mencintai Al-Qur’an di lingkungan sekolah. Membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an bukan semata-mata dilakukan untuk kepentingan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan dan karakter seorang muslim.

Prestasi boleh menjadi tujuan dalam sebuah kompetisi, tetapi nilai yang lebih utama adalah bagaimana proses tersebut mampu membentuk pribadi yang disiplin, rendah hati, percaya diri, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Dengan diraihnya sejumlah penghargaan pada MTQ Kecamatan Butuh Tahun 2026, keluarga besar SMPIT Ulul Albab Purworejo kembali mendapatkan momentum untuk terus meningkatkan pembinaan di bidang Al-Qur’an dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka.

Selamat kepada Muhammad Nizam Alfiandra, Abdurrahman Uwais Alkenouno, Aisyah Wardatussolihah, Permata Jagad Satria, dan Khalisa Farah Azzahra atas prestasi yang telah diraih.

Semoga capaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya, sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan mencintai Al-Qur’an.