Semangat Berkarya dalam Festival Tunas Bahasa Ibu, Murid SMPIT Ulul Albab Purworejo Tampil Percaya Diri

Purworejo, 19 September 2026 — Semangat melestarikan bahasa dan budaya daerah terus ditanamkan kepada para peserta didik SMPIT Ulul Albab Purworejo. Salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan siswa dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026.

Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, serta mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra daerah. Berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan memberikan ruang kepada para peserta untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, keberanian, dan kecintaan terhadap kekayaan bahasa serta budaya Nusantara.

Dalam kegiatan tersebut, SMPIT Ulul Albab Purworejo turut ambil bagian dengan mengirimkan peserta didik untuk mengikuti beberapa cabang perlombaan. Salah satu siswa yang berpartisipasi adalah Kano Paramayoga, yang mengikuti tiga cabang sekaligus, yaitu Nulis Cerkak, Nembang Macapat, dan Sesorah.

Pada cabang Nulis Cerkak, Kano Paramayoga menunjukkan kemampuannya dalam menuangkan gagasan melalui karya sastra berbahasa Jawa. Menulis cerkak tidak hanya membutuhkan kemampuan berbahasa, tetapi juga kreativitas dalam membangun ide, menyusun alur cerita, memilih diksi, serta menyampaikan pesan melalui tulisan. Keikutsertaan Kano dalam cabang ini menjadi salah satu bentuk keberanian siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi sekaligus mengenal sastra daerah.

Selain menulis cerkak, Kano juga mengikuti cabang Nembang Macapat. Cabang ini menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mengenalkan kembali seni tradisi Jawa kepada generasi muda. Nembang macapat membutuhkan penguasaan terhadap lagu, guru gatra, guru wilangan, guru lagu, serta penghayatan terhadap isi tembang. Penampilan dalam cabang tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Kano untuk belajar tampil di hadapan orang lain sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Jawa.

Tidak berhenti pada dua cabang tersebut, Kano Paramayoga juga tampil dalam cabang Sesorah. Dalam cabang ini, peserta dituntut mampu menyampaikan gagasan menggunakan bahasa Jawa dengan baik, jelas, runtut, dan percaya diri. Kemampuan berbicara di depan umum merupakan keterampilan yang sangat bermanfaat bagi perkembangan peserta didik. Melalui keikutsertaannya dalam sesorah, Kano mendapatkan kesempatan untuk melatih keberanian, penguasaan bahasa, ekspresi, intonasi, serta kemampuan menyampaikan pesan kepada khalayak.

Meskipun dalam pelaksanaan FTBI tahun ini para peserta dari SMPIT Ulul Albab Purworejo belum berhasil memperoleh juara, capaian tersebut tidak mengurangi nilai positif dari proses yang telah mereka jalani. Sebab, sebuah perlombaan bukan semata-mata tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, kesiapan menghadapi tantangan, pengalaman tampil, serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Keikutsertaan dalam FTBI juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik bahwa setiap proses membutuhkan persiapan, latihan, kedisiplinan, dan ketekunan. Dari pengalaman tersebut, siswa dapat mengevaluasi penampilan mereka, mengenali kekuatan yang dimiliki, sekaligus mengetahui aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan untuk menghadapi kesempatan berikutnya.

  1. Bagi SMPIT Ulul Albab Purworejo, partisipasi dalam kegiatan semacam ini memiliki makna yang lebih luas. Sekolah tidak hanya mendorong peserta didik untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan potensi di bidang bahasa, sastra, seni, budaya, dan keterampilan komunikasi. Hal tersebut sejalan dengan upaya membentuk generasi yang memiliki wawasan luas, percaya diri, kreatif, serta tetap memiliki kepedulian terhadap budaya daerah.

Keberanian Kano Paramayoga mengikuti tiga cabang perlombaan sekaligus juga patut diapresiasi. Mengikuti beberapa cabang dalam satu kegiatan tentu membutuhkan kesiapan mental dan fisik, penguasaan materi, serta kesungguhan dalam berlatih. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembentukan karakter siswa untuk berani mengambil kesempatan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Belum meraih juara pada kesempatan kali ini hendaknya menjadi motivasi untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan. Setiap pengalaman dalam perlombaan dapat menjadi bahan pembelajaran untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Dengan latihan yang lebih terarah, pendampingan yang berkelanjutan, serta semangat untuk terus belajar, diharapkan para siswa SMPIT Ulul Albab Purworejo dapat kembali berpartisipasi dalam berbagai ajang serupa dengan persiapan yang semakin matang.

Partisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 menjadi bukti bahwa semangat mencintai bahasa dan budaya daerah dapat tumbuh melalui kegiatan pendidikan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang perlu dikenalkan serta diwariskan kepada generasi muda.

Semoga pengalaman Kano Paramayoga dan peserta didik lainnya dalam FTBI tahun ini menjadi bekal berharga untuk terus berkarya. Belum juara bukan berarti gagal, melainkan bagian dari proses belajar menuju pencapaian yang lebih baik. Setiap langkah, latihan, keberanian tampil, dan pengalaman menghadapi kompetisi merupakan prestasi tersendiri yang layak diapresiasi.

SMPIT Ulul Albab Purworejo terus mendorong para siswanya untuk berani mencoba, berani tampil, dan berani belajar dari setiap pengalaman. Dengan semangat tersebut, diharapkan akan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mencintai bahasa, sastra, seni, dan budaya sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.