SMPIT Ulul Albab kembali mengukir catatan penting dalam pembentukan karakter siswa-siswinya melalui agenda Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru) dan Pelantikan Dewan Penggalang (DP) masa bakti 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 23-24 Januari 2026 di heroes park yang berlokasi di cangkrep ini bukan sekadar ajang kepramukaan biasa, melainkan bertujuan untuk menguji ketangguhan mental, fisik, dan spiritual para calon pemimpin. Perjalanan dimulai pada Jumat pagi bagi pengurus DP lama yang berangkat pukul 08.10 WIB setelah kgiatan halaqah Al-Qur’an, disusul oleh rombongan peserta Dianpinru pada pukul 13.30 WIB.
Ujian fisik dan mental dimulai saat para peserta diturunkan di titik tertentu untuk kemudian melakukan perjalanan menuju lokasi pelantikan dengan menyusuri jalur yang terjal dan licin akibat intensitas hujan yang tinggi. Kegiatan tersebut merupakan sebuah simulasi nyata bahwa jalan menuju kepemimpinan tidak pernah mudah dan penuh hambatan.
Sesampainya di lokasi, para peserta dianpinru diuji ketangkasannya dalam pendirian tenda yang harus selesai dalam waktu 10 menit di tengah cuaca yang tidak kondusif.
Kemudian acara resmi dibuka oleh Bapak Drs. Aris Akhmad, dalam pembukaan tersebut beliau menyampaikan gambaran kegiatan yang akan dilaksanakan.

Setelah pembukaan, sebagai bentuk implementasi pendidikan kemandirian dan kesederhanaan, para peserta diinstruksikan untuk menangkap, menyembelih dan mengolah ayam secara mandiri untuk menu makan malam mereka, yang hanya dilengkapi dengan kentang, kecap, dan cabai. Dam di sela-sela aktivitas fisik tersebut, kewajiban ibadah tetap menjadi prioritas utama dengan pelaksanaan shalat Ashar dan Maghrib berjamaah di alam terbuka.
Memasuki waktu malam, agenda dilanjutkan dengan prosesi pelantikan dewan penggalang baru di bawah panduan Bapak Dwi Kasworo. Pelantikan tersebut berupa prosesi serah terima amanah yang dilakukan di tengah kehangatan api unggun. Sebelum estafet kepemimpinan dari dewan penggalang lama ke dewan penggalang baru, bapak drs Aris Akhmad berpesan dalam sambutannya mengenai beratnya sebuah amanah yang harus dipikul dengan rasa tanggung jawab di hadapan manusia dan Allah SWT. Setelah sambutan, dilakukan prosesi serah terima jabatan dari ananda Faqiha Addini selaku ketua DP putri lama kepada Maharoh Faiqoh selaku ketua DP putri baru, dan dari ananda Imad Haidar labib selaku ketua DP putra lama kepada Zulfikar Husni Maulana selaku ketua DP putra baru yang ditandai dengan penandatanganan berita acara. Kemudian dilakukan tradisi “raup” atau membasuh muka dengan air bunga oleh seluruh peserta dianpinru sebagai simbol penyucian niat, juga simbol harapan akan pikiran yang jernih dan hati yang harum dalam memimpin.
Suasana malam dianpinru semakin berwarna dengan penampilan pentas seni (pensi) dari Dewan Koordinasi Penggalang (DKP) dan Dewan Penggalang, yang menampilkan PBB Variasi, LKBBT, drama musikal, tari semaphore, hingga atraksi api. Kegiatan pentas seni ini menunjukkan bahwa dalam kedisiplinan tetap ada ruang untuk kreativitas dan kegembiraan.
Esok paginya, ketahanan spiritual para santri kembali diuji. Meski sebagian peserta harus beristirahat dengan kondisi tenda yang basah, mereka tetap bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan tahajud yang diimami oleh Ustadz Rasyidi. Shalat Subuh berjamaah yang diimami oleh Muhammad Habiburrahman (Kelas 8a) serta kultum oleh Garuda Mahardika (Kelas 8b). Pagi harinya, peserta menerima materi Leadership Qurani dari Bapak Aris Akhmad guna memperkokoh fondasi kepemimpinan Islam, diikuti senam kebugaran dan sarapan dengan menu gizi sederhana berupa tempe mentah, madu, dan telur rebus.
Tahapan berikutnya adalah kegiatan penjelajahan yang terdiri dari enam pos uji kompetensi:
- Pos 1 (PUP): Evaluasi Pengetahuan Umum Pramuka.
- Pos 2 (Sandi): Pemecahan sandi kotak, sandi AN, sandi AZ, dan sandi analog.
- Pos 3 (Pionering): Simulasi pembuatan dragbar (tandu) dalam waktu 10 menit dan evakuasi pasien sejauh 10 meter.
- Pos 4 (Isyarat): Uji kemampuan Semaphore dan Morse.
- Pos 5 (Panorama): Sketsa pemandangan dan pemetaan area.
- Pos 6 (Ketangkasan): Permainan pipa bocor guna menguji soliditas dan kerja sama tim.
Seluruh rangkaian acara ditutup pada Sabtu sore dengan prosesi pelepasan kartu tanda peserta secara simbolis. Para peserta kembali ke asrama pada pukul 17.30 WIB. Menarik untuk dicatat bahwa meskipun sepanjang kegiatan berlangsung di bawah guyuran hujan lebat, para santri menunjukkan disiplin dan daya tahan yang luar biasa. Setibanya di asrama, mereka tetap konsisten menjalankan rutinitas asrama, mulai dari shalat Maghrib dan Isya berjamaah hingga agenda tasmi’ Al-Qur’an secara terjadwal. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin-pemimpin regu yang tangguh, mandiri, dan berjiwa Qurani.





Komentar Terbaru