Pembagian rapor merupakan salah satu agenda penting dalam kalender akademik SMPIT Ulul Albab sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada orang tua terhadap proses dan hasil belajar peserta didik selama satu semester. Kegiatan ini menjadi momen evaluasi sekaligus refleksi bersama atas capaian akademik, spiritual, dan pembentukan karakter peserta didik.
Pembagian rapor dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2025 dan mencakup dua jenis rapor, yaitu rapor sekolah dan rapor tahfidz. Rapor sekolah memuat nilai-nilai hasil pembelajaran akademik yang diperoleh peserta didik selama satu semester di sekolah. Sementara itu, rapor tahfidz berisi capaian hafalan Al-Qur’an serta penilaian adab dan keseharian peserta didik selama menjalani pembinaan di lingkungan pondok.
Pengambilan rapor dilaksanakan di kelas masing-masing dan dimulai pukul 09.30 WIB hingga selesai. Pada kesempatan ini, orang tua atau wali dapat melakukan komunikasi langsung dengan pihak sekolah. Wali kelas bertugas membagikan rapor sekolah sekaligus menyampaikan perkembangan akademik peserta didik, sedangkan ustadzah membagikan rapor tahfidz serta memberikan penjelasan terkait capaian hafalan Al-Qur’an dan pembinaan kehidupan asrama. Melalui interaksi ini, orang tua diharapkan memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan belajar, hafalan, dan karakter putra-putrinya. Kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara guru dan orang tua dalam mendukung proses pendidikan yang berkelanjutan.


Pembagian rapor semester ini sekaligus menjadi waktu penjemputan peserta didik untuk kembali ke rumah masing-masing. Setelah kegiatan pembagian rapor selesai, peserta didik memasuki masa libur semester yang berlangsung mulai tanggal 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Selanjutnya, peserta didik dijadwalkan kembali ke pondok pada tanggal 2 Januari 2026 untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran dan pembinaan di semester berikutnya.
Melalui pembagian rapor ini, SMPIT Ulul Albab berharap orang tua dapat terus bersinergi dengan sekolah dalam membersamai amanah pendidikan putra-putrinya. Orang tua diimbau untuk senantiasa mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, serta menjaga dan menguatkan adab, kedisiplinan, dan kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama di pondok. Selain itu, orang tua diharapkan dapat terus mengingatkan dan membiasakan anak-anak untuk bermurojaah hafalan Al-Qur’an secara istiqamah, agar cahaya Al-Qur’an senantiasa terjaga dalam hati dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Semoga hasil yang diperoleh menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan prestasi, memperbaiki kekurangan, serta menumbuhkan karakter islami yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.



