Camp Qur’an merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap akhir semester sebagai ikhtiar untuk menguatkan hafalan dan mentadabburi Al-Qur’an secara lebih mendalam. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh santri dan dirancang agar mereka dapat berinteraksi langsung dengan ayat-ayat Allah, tidak hanya melalui mushaf, tetapi juga melalui ayat-ayat kauniyah yang terbentang di alam. Menghafal Al-Qur’an di tengah hamparan pantai, pepohonan, serta menyaksikan matahari terbit dan terbenam memberikan kesan yang berbeda dan menumbuhkan rasa syukur serta kekaguman akan kebesaran Allah Swt.
Camp Qur’an yang dilaksanakan pada tanggal 9–11 Desember 2025 bertempat di Pantai Mliwis, Kebumen, menjadi momentum istimewa bagi para santri untuk menyatu dengan alam sekaligus memperdalam interaksi mereka dengan Al-Qur’an. Suasana pantai yang tenang, deburan ombak yang lembut, serta kebersamaan yang hangat menjadi latar yang menguatkan nilai-nilai ruhiyah sepanjang kegiatan.
Hari pertama, Selasa, 9 Desember 2025, perjalanan menuju Pantai Mliwis dimulai pada pukul 14.00 WIB menggunakan tujuh armada engkel dan satu truk logistik. Sepanjang perjalanan, antusiasme santri tampak jelas hingga akhirnya rombongan tiba di lokasi pada pukul 15.30 WIB. Setibanya di pantai, santri segera menurunkan barang dan bersama-sama mendirikan tenda dengan semangat gotong royong. Setelah itu, sholat Ashar berjamaah dilaksanakan dengan latar suara ombak yang menenangkan. Waktu sore dimanfaatkan untuk beristirahat, tilawah, dan murojaah. Ada santri yang duduk menghadap laut, ada pula yang berjalan menyusuri pantai sambil melantunkan ayat-ayat suci, menghadirkan ketenangan batin yang mendalam.
Malam hari diawali dengan sholat Maghrib berjamaah dan makan malam bersama. Usai sholat Isya, pembukaan Camp Qur’an dilaksanakan di pendopo dengan suasana khidmat. Sambutan kepala sekolah serta motivasi Al-Qur’an dari koordinator tahfidz membangkitkan semangat santri untuk menghafal juz 18. Halaqah Qur’an pertama pun dilaksanakan dengan penuh kesungguhan sebelum santri beristirahat di tenda, belajar hidup sederhana, saling berbagi, dan menguatkan ukhuwah.
Hari kedua, Rabu, 10 Desember 2025, dimulai sejak dini hari. Pukul 03.00 WIB santri dibangunkan untuk melaksanakan sholat Tahajud. Meski hujan turun dan udara pantai terasa dingin, langkah santri tetap mantap menuju mushola. Suasana Tahajud berlangsung sangat khusyuk, menghadirkan kehangatan iman di tengah dinginnya malam. Pagi harinya, halaqah Qur’an dilaksanakan di tepi pantai dengan ditemani cahaya matahari terbit yang perlahan muncul di ufuk timur. Santri menghafal Al-Qur’an dalam berbagai posisi; duduk berkelompok, menyendiri di dekat ombak kecil, bahkan sambil bermain pasir tanpa mengurangi fokus hafalan.

Keceriaan semakin terasa ketika lomba permainan tradisional digelar. Gelak tawa dan sorak sorai santri berpadu dengan suasana pantai yang cerah, menciptakan kenangan kebersamaan yang tak terlupakan. Meski kelelahan mulai terasa, semangat santri tetap terjaga hingga rangkaian kegiatan sore dan malam hari.
Malam puncak Camp Qur’an diisi dengan khataman Al-Qur’an bersama di pendopo. Lantunan ayat-ayat suci menggema dengan penuh kekhidmatan, kemudian dilanjutkan dengan tadabbur Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ihsan. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak santri untuk melihat kemukjizatan Al-Qur’an dari sudut pandang sains, sehingga semakin menambah kekaguman terhadap keagungan kalamullah.
Hari ketiga, Kamis, 11 Desember 2025, menjadi penutup kegiatan Camp Qur’an. Kegiatan diawali dengan sholat Tahajud berjamaah di alam terbuka dengan beralaskan terpal. Suasana hening dan langit malam menjadi saksi doa-doa yang dipanjatkan. Setelah sholat Subuh dan halaqah Qur’an terakhir, santri mulai berkemas dengan perasaan haru karena harus meninggalkan momen kebersamaan yang penuh makna.
Penutupan Camp Qur’an berlangsung secara sederhana namun sarat pesan. Santri kembali diingatkan untuk senantiasa menjaga tilawah dan murojaah Al-Qur’an secara istiqamah, agar semangat yang terbangun selama kegiatan tidak berhenti ketika Camp Qur’an usai.

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Semoga Camp Qur’an ini menjadi jejak awal lahirnya generasi pecinta dan penjaga Al-Qur’an yang senantiasa dekat dengan kalamullah, berakhlak mulia, serta mampu membaca tanda-tanda kebesaran Allah baik melalui ayat-ayat qauliyah maupun kauniyah. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.



